Monday, March 31, 2014

Tahu diri


“eh”
“heh”
Aku yang hanya bisa mematung dan ber ‘eh’ ‘eh’ ria sambil tercekat melihatnya. Ia hanya menyapaku sebentar. Tak menatap mataku dan pergi. Lututku terasa gemetar dan lemas. Aku merasa diriku tak cukup sanggup berdiri dan berpijak. Sosok itu. sosok yang selama ini membuatku bertahan . Yang sekarang ku jadikan alasan untuk pergi sesegera mungkin. Sosok yang pernah membuatku bernafas sebegitu leganya. Sekarang terasa sesak bagiku.

Aku hanya bisa menghela panjang dan kembali kekelas. Terduduk dalam lamunanku. Aku menulis namanya tebal tebal di halaman paling belakang buku fisika ku. Mencoret coret halaman terakhir itu dengan namamu. Namamu. Namamu lagi. Hingga penuh namamu. Rasanya sesak saat melihatmu lagi. Merasa benar benar lemah dalam menguasai emosi. Ini jelas merusak segalanya. Segalanya yang telah aku susun lagi setelah dihancurkan olehmu. Aku berusaha mengembalikan serpihan serpihan puzzle yang sempat kamu curi. Dan kamu kembalikan dalam bentuk pecah belah. Dan saat aku berusaha menatanya kembali. Kamu datang lagi 

Rasa rindu itu membuatku semakin membenci saat saat seperti ini. Saat saat aku ingin membentuk kehidupan yang baru,begitu susahnya untuk aku tidak mengingatmu. Disetiap hal yang aku lakukan, disetiap keadaan yang aku rasakan, disetiap musim yang terus berganti. Tak henti hentinya kenangan itu mengahntuiku. Sungguh aku tidak pernah menyesal mencintai pria sepertimu. Pria cerdas penuh ambisi. Pria yang penuh tanggung jawab dan percaya diri. Pria yang angkuh dan keras kepala. Pria yang tidak pernah peka terhadap perasaanku. Mungkin aku salah. Salah terhadap penilaianku terhadapmu. Kamu yang begitu engerti peasaanku. Kamu pernah menangis saat aku benar benar takut kehilanganmu. Kamu menangis bersamaku. Aku ingat itu, kamu berusaha membuatku tanang dengan menggenggam tanganku. Hal yang akan membuatku semakin terlihat lemah dihadapanmu. Aku menangis dihadapanmu. saling berteriak saling berusaha mengerti. Dan dari segala hal yang ku ucap agar kau bertahan. Tak pernah kau sadari aku begitu kehilangan. Kehilangan genggaman hangat itu.
Sebenarnya tak cukup buatku hanya sekedar meng’eh-eh’mu. Aku masih ingin mengobrol banyak denganmu. Hampir setahun ini aku tak pernah tahu kabarmu. Tak pernah dengan celoteh tentang keluargamu, tak pernah mendengar kegilaanmu dengan teman sekelasmu ,dan tak pernah lagi saling berbicara dari hati ke hati. Aku masih ingin berlama lama menatapmu. Menikmati sorotan tajam mata hazzel silinder dengan frame kotak senada dengan warna lensa hazzelmu.

Tidak tidak. Ini sudah cukup. Cukup untuk membayangkan semua ini! lebih baik membiarkanmu pergi. Menuruti apa keputusanmu. Daripada harus mengingat semua kebaikanmu. Semua rasa yang membuatku nyaman. Semua hal yang membuat aku merasa bahwa kau mencintaiku. Aku harus mengorbankan kenangan itu untuk hidupku. Aku menyerah mencintaimu. Aku terlalu lelah bertanya tanta tentang sikapmu. Aku terlalu lemah untuk menguasai pikiran ku dan hatiku karenamu. Aku lelah. Aku menyerah. Pergilah !

 tapi, tanganku tidak berhenti menulis namamu..


Hai selamat bertemu lagi

Aku sudah lama menghindarimu

Sialku lah kau ada di sini

Sungguh tak mudah bagiku

Rasanya tak ingin bernafas lagi

Tegak berdiri di depanmu kini

Sakitnya menusuki jantung ini

Melawan cinta yang ada di hati

Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil

Pabila kau muncul terus begini

Tanpa pernah kita bisa bersama

Pergilah, menghilang sajalah lagi

Bye selamat berpisah lagi

Meski masih ingin memandangimu

Lebih baik kau tiada di sini

Sungguh tak mudah bagiku

Menghentikan segala khayalan gila

Jika kau ada dan ku cuma bisa

Meradang menjadi yang di sisimu

Membenci nasibku yang tak berubah

Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil

Pabila kau muncul terus begini

Tanpa pernah kita bisa bersama

Pergilah, menghilang sajalah lagi

Berkali-kali kau berkata kau cinta tapi tak bisa

Berkali-kali ku telah berjanji menyerah

Dan upaya ku tahu diri tak selamanya berhasil

Dan upaya ku tahu diri tak selamanya berhasil

Pabila kau muncul terus begini

Tanpa pernah kita bisa bersama

Pergilah, menghilang sajalah

Pergilah, menghilang sajalah

Pergilah, menghilang sajalah lagi

 Maudy ayunda-- Tahu diri

Tuesday, March 11, 2014

simple: Aku Kamu dan tak akan pernah menjadi Kita

simple: Aku Kamu dan tak akan pernah menjadi Kita: Dalam kondisi seperti ini, aku tak tahu siapa yang akan tahan dan tetap tinggal. Bertaruh harga diri dengan keegoisan. Atau memilih mu...

Aku Kamu dan tak akan pernah menjadi Kita



Dalam kondisi seperti ini, aku tak tahu siapa yang akan tahan dan tetap tinggal. Bertaruh harga diri dengan keegoisan. Atau memilih mundur dengan kesadaran. Cinta dan logika. Professional dan emosional. Dan aku telah memilih tetapi tetap meragu di balik segala kesadaran.

Setelah bertahun tahun dengannya, menghabiskan ratusan hari dengan raganya. Menghabiskan jutaan detik demi bersamanya yang terlihat sia sia saat aku merasa sakit. Dan kembali memaafkan saat aku kembali merasakan sebuah harapan. Banyak hal yang terasa hambar karena terlalu sering dirasakan. Tapi denganmu, hal yang sering dilakukan dan terkesan basi sangatlah dinanti. Dan anehnya, saat rasa sakit karena mu terasa lagi dan lagi, aku sudah tidak tau bagaimana rasanya. Seperti sudah bosan meratapinya. Dan akhirnya semua hilang terbawa arus.

Berjalan beriringan denganmu. Seperti kita berada di dua dimensi yang beerbeda. Tak ada bayanganmu yang ku ikuti dan kamu tak peduli dengan aku yang membayangimu. Kita hidup di alam kita sendiri. Dalam satu dunia yang sama. Berpijak pada tanah yang sama. Bernafas dari udara yang sama. Tapi bukan dari dengan rasa yang sama. Entah siapa yang lebih merasakan nikmatnya dunia ini. tapi kurasa, kita tidak benar benar tertawa dengan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Aku pernah berada dikamarmu. Kamu bilang kamu sangat beruntung karena kamu bisa melihat indahnya bintang dan bulan yang menerangi malam. Kamu bisa menikmati lucunya kasih sayang kucing kucing liar. Dan kamu bisa merasakan sejuknya angin malam. Tapi tidak denganku. Dengan disediakannya kamarku yang dilantai atas, rasanya sungguh terkutuk. Aku takut gelap aku takut sepi. Aku takut bertemu makhluk tuhan yang beda jenis denganku. Dan banyak keparnoan dalam hidupku yang tidak pernah kau rasakan. 

Aku suka membaca novel, dengan genre romantis, dan picisan. Aku suka mendengarkan music yang sesuai dengan keadaanku. Tepat dengan apa yang ingin ku utarakan tapi aku tak sanggup mengatakannya. Aku suka memasak. Apalagi untuk orang yang aku cintai. Untuk orang yang dengan tulus menikmati masakanku. Untuk orang yang tersenyum setelah menikmatinya. Tidak denganmu. Kamu suka membaca novel yang terlihat menakutkan. Penuh misteri dan logika. Mendengarkan music yang semangat, atau hanya karena melodinya indah. Kau tidak pernah mengutarakan perasaanmu dengan lagu. Sekalipun pernah kau lakukan itu,tak ada lagu yang benar benar sesuai hatimu. Kamu suka membuat film. Obsesimu menjadi sutradara handal yang memperbaiki kualitas perfilman negeri. Apalagi saat kamu melihat film negeri yang mulai memperbaiki kebobrokannya,kamu semakin terpacu untuk menjadi bagian didalam sejarah.

Kamu alergi udang. Kamu sangat suka durian. Kamu suka masakan ibumu. Kamu cerewet dalam menilai menu makanan. Kamu tidak terlalu suka kopi dan keluargamu punya sebutan khusus untuk sambelgoreng kentang ati. Aku jatuh cinta dengan udang dan sangat suka mengolah masakan udang. Aku suka masakan nenekku. Dan aku menerima apa adanya makanan yang dihidangkan. Aku sangat menggilai kopi. Dan keluargaku yang masih banyak anak batitanya selalu membuat istilah istilah baru yang akan popular di keluarganya.

Kamu suka musim hujan, dengan petir-petir yang menyambar. Dengan suasana basah dan dingin. Kamu suka dengan keadaan sendu saat hujan. Bermain main dalam hujan dan menikmati sakit karenanya. Aku suka musim gugur. Bunga bunga yang mulai rontok. Daun daun kering yang diterpa angin. Suara kicau burung yang tiada henti. Dan tentu saja ice cream yang setia menemani.

Begitu banyak perbedaan bukan? Itu semua saat rasionalku sedang berjalan. Saat otakku terus bekerja memikirkan bagaimana aku bisa bertahan selama itu dengan perbedaan. Bagaimana aku bias jatuh cinta dengan hal yang memicu pertengkaran. Dan saat itu juga , saat aku memikirkan segala perbedaan itu, aku tau cinta tidak pernah bias memilih seperti apa orang yang akan kamu cintai. Dan alhasil semua kenyataan itu terbantahkan.

Kamu memang menyukai musim hujan, tapi kamu juga tidak akan bisa mengelak datangnya musim gugur. Aku pun demikian. Dan setelah ratusan hari yang pernah kita lewati,kita seing menikmati hujan berdua. Merasakan dinginnya air hujan dan mulai terasa hangat dilampu merah. Kita selalu datang ke taman saat musim gugur. Seperti adegan di video klip katamu. Dengan daun daun kering yang menguning dan diterpa angin, efek dramatis itu tak pernah terlintas kesedihan bukan?

Aku memang sangat mencintai udang,dan kamu alergi. Tapi tuhan itu adil saat ia memberikan penyakit,ia juga akan memberikan obatnya. Aku bisa mengolah udah hingga kamu tak perlu takut untuk merasakan alergi. Kamu suka durian dan  aku akan tetap tidak suka durian. Mungkin suatu hari aku akan mencoba memakannya bersamamu. Karena aku tau, denganmu penderitaan bukanlah masalah yang berarti. Kita tidak akan pernah menikmati kopi pahit. Aku akan membuat moccachino yang gurih untukmu. Dengan bubuk coklat ajaib yang akan membiusmu dan lupa rasa kopi yang begitu pahit. Dan kita akan membuat istilah istilah baru tentang kopi, durian, dan udang yang akan kita nikmati bersama sama dengan istilah dan rasa yang berbeda.

Suatu hari nanti aku akan menjadi penulis novel yang handal dengan karya karya best sellernya. Begitu denganmu, dengan film film berkualitas garapanmu kamu akan menjadi sutradara yang hebat. Kita bisa berkerja sama membuat sebuah fim dari novel novel best seller ku. Dan tentu saja kita akan menjadi salah satu bagian dari sejarah seni di tanah air kita tercinta.

Kita akan bersama sama menikmati malam dikamar atas dengan bulan dan bintang. Bersaing menunjukkan rasa sayang dengan kucing kucing liar, tanpa takut gelap atau diganggu makhluk makhluk lain. Aku tidak akan takut sendiri karena bersama mu. Dan aku tidak akan takut sepi karena menghabiskan malam dengan cerita dan cita mu sepanjang malam.

Dan sekalipun itu semua tidak akan pernah terjadi dalam kehidupan ini. Dengan semua prediksi tanpa rasional yang aku buat. Aku tidak akan takut untuk bermimpi dan berharap, mungkin di kehidupan selanjutnya kamuah milikku..




nb: kayaknya sambil dengerin lagu Katy Perry- the one that got away oke guy's

selamat membaca dan sankyuu..

Thursday, March 6, 2014

Lorong gelap, motor , dan hati .

5 Maret 2014 pukul 21:20
kamu datang. lewat . lalu pergi..

aku tidak tahu sejak kapan keadaan seperti ini makin meruncing dan membeku. mungkin setelah pertengkaran itu. atau setelah kita menangis di teras rumahku. atau setelah kau tau perasaan ku. aku sudah lupa sejak kapan ada tembok besar dan kokoh itu. dan sejak kapan kau tak berani menatap mataku. kita hingga menjadi aku dan kamu. mungkin kamu juga tak begitu ingat sejak kapan kita begini. pertengkaran itu, air mata itu, itu sebelum ulang tahunku. ulang tahn terakhirku denganmu. kamu bahkan memberikan kejutan yang tak pernah terpikirkan olehku.iya aku ingat itu. tapi sejak itu, kamu tidak pernah kembali menjadi sahabatku dulu.



mungkin jika lorong lorong yang hampir gelap itu bisa bicara, mereka pasti sudah berteriak jengkel dengan apa yang kita lakukan sekarang. setahun yang lalu kita masih berjalan bersama dilorong itu. membagikan informasi tentang kegiatan sekolah. memarahi siswa siswi baru yang harus di tertibkan, atau hanya sekedar lewat sambil menakutiku di kelas paling angker di sepanjang lorong itu. hey, apa kau ingat? aku memelukmu disana.

aku selalu mengeluh dengan motormu yang sering membuatku 'kecantol' dengan pegangan belakangnya. setiap kau mengantarkanku dan aku memakai rok panjang, pasti ada bagian rok ku yang membuat susah saat turun. ya , aku memang suka berlama lama dimotormu. entah panas terik atau hujan badai. kamu menjadi sosok yang berbeda disana. membagi hidupmu, menceritakan tentang apa yang kau lihat , dan kamu tak membiarkan aku diam dibelakangmu. kita pernah membicarakan tentang perasaan, keluarga kita, organisasi yang kita jalani banyak. dan seperti pembicaraan anak muda biasanya. kita pernah melakukannya.

Beauty queen of only eighteen
She had some trouble with herself
He was always there to help her
She always belonged to someone else

I drove for miles and miles and wound up at your door
I've had you so many times but somehow I want more

I don't mind spending every day
Out on your corner in the pouring rain
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
And she will be loved
And she will be loved

Tap on my window, knock on my door
I want to make you feel beautiful
I know I tend to get so insecure
It doesn't matter anymore

It's not always rainbows and butterflies
It's compromise that moves us along, yeah
My heart is full and my door's always open
You come anytime you want, yeah.

I don't mind spending every day
Out on your corner in the pouring rain
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved

I know where you hide alone in your car
Know all of the things that make you who you are
I know that goodbye means nothing at all
Comes back and begs me to catch her every time she falls

Yeah

Tap on my window knock on my door
I want to make you feel beautiful

I don't mind spending every day
Out on your corner in the pouring rain, oh.
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved

Please don't try so hard to say goodbye
Please don't try so hard to say goodbye

Yeah, yeah.

I don't mind spending every day
Out on your corner in the pouring rain

Please don't try so hard to say goodbye


kamu ingat lagu ini? kamu pernah memaksaku duduk disampingmu hanya untuk mendengarkan lagu ini. lagu yang ga pernah aku lupa. yang mungkin bakal aku imdes ke ask fm mu. banyak lagu lagu di playlistku yang tak jauh jauh darimu. karenamu.

entah dulu kita taruhan apa,yang membuatku menang dan membuatmu membelikan aku ice cream. ice cream yang selalu aku ragukan kehalalannya. dan entah mengapa saat aku mencoba menolak, kau selalu bis meyakinkan aku seyakin yakinnya.
dan truth or dare di malam yang ekstream itu, ahh.. kau selalu bilang tak mau disamakan dengan pria lain yang juga dekat denganku. dan saat kamu bertemu dengan orang yang disama samakan denganmu,kamu memandangnya tajam. aku tak tahu apa yang kamu pikirkan. yang aku tau kamu memperhatikannya.


sampai saat ini pun aku juga masih tidak tau bagaimana isi hatimu. sikapmu yang berbertolak belakang saat ada aku dan tak ada aku. tentang sikapmu yang tak berhenti mencariku saat kamu melewati lorong lorong gelap itu. dan sikapmu yang selalu tak acuh saat akubada disisimu. yang pernah kamu ucapkan diselipan doa ke tujuhbelasku, kamu inginkan aku tidak memilihmu.

Tuesday, February 11, 2014

High dive into frozen waves where the past comes back to life
Fight fear for the selfish pain, it was worth it every time
Hold still right before we crash 'cause we both know how this ends
A clock ticks 'til it breaks your glass and I drown in you again

'Cause you are the piece of me I wish I didn't need
Chasing relentlessly, still fight and I don't know why

If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love's insanity, why are you my clarity?

If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love's insanity, why are you my clarity?

Walk on through a red parade and refuse to make amends
It cuts deep through our ground and makes us forget all common sense
Don't speak as I try to leave 'cause we both know what we'll choose
If you pull then I'll push too deep and I'll fall right back to you

'Cause you are the piece of me I wish I didn't need
Chasing relentlessly, still fight and I don't know why

If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love's insanity, why are you my clarity?

lirik lagu warehouse yang harusnya bisa membuat setiap orang yang mendengarnya bedendang dengan bebasnya membuatku semakin tidak tenang. membawaku mengingat satu nama yang tak pernah habis terfikirkan kenapa dia yang menjadi bagian dari hidupku. menjadi bagian dalam segala tindakanku yang semakin membuatku tak bisa lepas darinya. padahal ia dengan bersemangat melepaskan ku dari hidupnya. membiarkan kata kita menjadi aku dan kamu. rasa yang berbeda selalu ada saat aku tak sengaja mengingatmu. dengan segala kekecewaanku yang teramat padamu. dan terpusat pada sebuah kalimat yang membenarkan tidak tanduk ku. cinta yang selalu memaafkan. tiba tiba semua berubah menjadi amarahku beberapa jam yang lalu.kembali pada masalah aku harus bertahan dalam keadaan yang tidak pernah aku inginkan. cukup dengan mengingat kata katanya saja aku sudah cukup sakit. dan membuatku semakin rapuh. akhirnya aku menangis di sudut meja bartender ini. dengan puluhan potong tisu yang semakin menyesakkan tas ku.aku tetap ingin menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. tapi tak cukup bagi tasku menampung ingusku semalaman ini. konyol . tapi aku tetap melakukannya.

dalam hidupku, tak ada kata yang ku pilih. hanya ada pilihan mereka yang tak sanggup aku tolak. tak ada satupun hal yang membuatku nyaman dan merubah diriku semakin emosional. moodku mudah buruk dan menghambat segala hal. aku hanya punya erasaan yang bisa dibanggakan tanpa bisa diperjuangkan.telingsku cukup kebal untuk mendengarkan apa yang tidak ingin ku dengarkan. tapi tuhan selalu memberikan satu kelemahan pada makhluknya. dan kurasa mataku tak bisa membohonginya. di hari ke 19 aku hidup.tak aada satu pencapaian pun yang aku bisa ceritakan karena keinginanku sendiri. aku sedih .

"ayah tidak suka... "
"kamu pikir gampang cari uang,.."
"yang realistis dengan hidup. jangan banyak bermimpi"
"ya kalo kamu mau kuliah di jurusan itu, ayah tidak mau membiayai"
"aku ga suka dengan temanmu itu. dia pasti membawa pengaruh buruk dalam hidpumu"
dsm caci makian itu makin merajam otak ku. kram rasanya. gelas cola kesembilan ku makin menyakitkan lambung. meremas remas bagian kiri perut. dan membuat sendawa yang menyakitkan hidung.aku masih menangis disudut meja bartender. dan tak ada satupun orang yang peduli rasa sakit yang aku rasakan saat ini.




















sudut hitam
aku masih tidak habis pikir dengan apa yang ku lakuan. aku terduduk di sebuah sudut meja bartender dengan tetap memakai jilbab ku. aku tidak minum dan tentu saja tidak mabuk. aku memesan cola atau soda tanpa alkohol. dengan bartender khusus di bagian stan tanpa hidangan beralkohol. aku bersyukur menemukan tempat ini. dulu setip kedatanganku, hampir semua pekerja bergeleng geleng dan memandangku sinis. merendahkan kudengan apa yang ku kenakan dan diamana aku berada. tapi kini mereka sudah biasa melihatku. dengan aku yang begitu ditempat yang seperti ini. hingar bingar yang memekakkan telinga. dengan masalah yang diluapkan dalam satu pusara lantai dansa. mengekspresikan diri dengan tingkah tak terkendali . mungkin disini tempatmu menjadi dirimu,atau bahkan mungkin bertopeng tebal untuk menemukan yang kau cari. kata mama, tempat ini hina. tempat ini bukan tempat yang disukai malaikat untuk memberi hidayah. tapi aku hanya seorang gadis yang sendirian. aku punya tuhan tapi tak cukup membuatku bisa mengerti keadilan. keadilan .

semakin malam semakin ramai saja tempat ini. semakin banyak tawa renyah yang riuh. entah itu benar dari hati atau bukan. banyak orang yang tak pernah mau mengerti tentang perasaan yang peka. oke . kata peka memang biasa ditujukan pada seorang pria yang tidak cukup mengerti perasaan wanitanya,tapi bukan berati wanita tidak melakukannya. bukan hanya hubungan antara sepasang kekasih yang berhak mencantumkan kata peka didalamnya. tapi dalam segala hal bisa. dan aku benci mengakuinya. aku hanya seorang yang butuh (baca: haus) akan rasa peka. yang selalu menganggap dunia ini begitu tidak adil dalam mencari kata adil. aku tau untuk menemukan kata adil kita harus menemukan kata tidak adil sebagai pembanding. tapi bukan itu yang ku maksud, aku tidak butu keadilan yang bisa dilihat dan dinilai setiap orang. aku ingin adil untuk diriku sendiri. untuk sebuah kebahagiaan dan kebebasan yang tidak ternilai harganya.

 ini sudah gelas ke delapanku . rasanya lambungku sudah penuh gas yang siap meledakkanku kapan saja. semuanya terasa hambar dimulutku. mungkin karna mood ku sedang buruk. buruk sekali. house music makin menggila seiring malam yang merayap menggapai matahari. asap asap rokok dan para gadis gadis makin brutal berdendang. uang pecahan puluhan ribu diselipkan di sela sela baju minim mereka oleh pria pria yang mencari kebahagiaan. mereka sudah bingung mau dikemanakan uang uang itu sepertinya. aku menikmati pemandangan itu seperti aku melihat suatu kebahagian yang tidak di inginkan. aku tidak mau merasakan hal itu. aku tidak ingin dipaksa bertahan dalam keadaan yang tidak ku inginkan. aku ungkin seperti orang yang tidak ingin berusaha atau bangkit dari hidup yang terputuk. tapi hidupku tidak seekstream itu. aku menjaani apa yang harusnya aku jalani. aku tetap bertahan dan tetap berusaha bangkit, tapi tidak segigih yang orang lain lakukan. ya, aku ya aku. jangan paksa aku dengan apa yang tidak aku mau. itu menyakitkan menyakitkanku.