Dalam kondisi seperti ini, aku tak tahu siapa yang akan
tahan dan tetap tinggal. Bertaruh harga diri dengan keegoisan. Atau memilih
mundur dengan kesadaran. Cinta dan logika. Professional dan emosional. Dan aku
telah memilih tetapi tetap meragu di balik segala kesadaran.
Setelah bertahun tahun dengannya, menghabiskan ratusan hari
dengan raganya. Menghabiskan jutaan detik demi bersamanya yang terlihat sia sia
saat aku merasa sakit. Dan kembali memaafkan saat aku kembali merasakan sebuah
harapan. Banyak hal yang terasa hambar karena terlalu sering dirasakan. Tapi denganmu,
hal yang sering dilakukan dan terkesan basi sangatlah dinanti. Dan anehnya,
saat rasa sakit karena mu terasa lagi dan lagi, aku sudah tidak tau bagaimana
rasanya. Seperti sudah bosan meratapinya. Dan akhirnya semua hilang terbawa
arus.
Berjalan beriringan denganmu. Seperti kita berada di dua
dimensi yang beerbeda. Tak ada bayanganmu yang ku ikuti dan kamu tak peduli
dengan aku yang membayangimu. Kita hidup di alam kita sendiri. Dalam satu dunia
yang sama. Berpijak pada tanah yang sama. Bernafas dari udara yang sama. Tapi bukan
dari dengan rasa yang sama. Entah siapa yang lebih merasakan nikmatnya dunia
ini. tapi kurasa, kita tidak benar benar tertawa dengan kebahagiaan yang
sesungguhnya.
Aku pernah berada dikamarmu. Kamu bilang kamu sangat
beruntung karena kamu bisa melihat indahnya bintang dan bulan yang menerangi
malam. Kamu bisa menikmati lucunya kasih sayang kucing kucing liar. Dan kamu bisa
merasakan sejuknya angin malam. Tapi tidak denganku. Dengan disediakannya
kamarku yang dilantai atas, rasanya sungguh terkutuk. Aku takut gelap aku takut
sepi. Aku takut bertemu makhluk tuhan yang beda jenis denganku. Dan banyak
keparnoan dalam hidupku yang tidak pernah kau rasakan.
Aku suka membaca novel, dengan genre romantis, dan picisan. Aku
suka mendengarkan music yang sesuai dengan keadaanku. Tepat dengan apa yang
ingin ku utarakan tapi aku tak sanggup mengatakannya. Aku suka memasak. Apalagi
untuk orang yang aku cintai. Untuk orang yang dengan tulus menikmati masakanku.
Untuk orang yang tersenyum setelah menikmatinya. Tidak denganmu. Kamu suka
membaca novel yang terlihat menakutkan. Penuh misteri dan logika. Mendengarkan music
yang semangat, atau hanya karena melodinya indah. Kau tidak pernah mengutarakan
perasaanmu dengan lagu. Sekalipun pernah kau lakukan itu,tak ada lagu yang
benar benar sesuai hatimu. Kamu suka membuat film. Obsesimu menjadi sutradara
handal yang memperbaiki kualitas perfilman negeri. Apalagi saat kamu melihat
film negeri yang mulai memperbaiki kebobrokannya,kamu semakin terpacu untuk
menjadi bagian didalam sejarah.
Kamu alergi udang. Kamu sangat suka durian. Kamu suka
masakan ibumu. Kamu cerewet dalam menilai menu makanan. Kamu tidak terlalu suka
kopi dan keluargamu punya sebutan khusus untuk sambelgoreng kentang ati. Aku jatuh
cinta dengan udang dan sangat suka mengolah masakan udang. Aku suka masakan
nenekku. Dan aku menerima apa adanya makanan yang dihidangkan. Aku sangat
menggilai kopi. Dan keluargaku yang masih banyak anak batitanya selalu membuat
istilah istilah baru yang akan popular di keluarganya.
Kamu suka musim hujan, dengan petir-petir yang menyambar. Dengan
suasana basah dan dingin. Kamu suka dengan keadaan sendu saat hujan. Bermain main
dalam hujan dan menikmati sakit karenanya. Aku suka musim gugur. Bunga bunga
yang mulai rontok. Daun daun kering yang diterpa angin. Suara kicau burung yang
tiada henti. Dan tentu saja ice cream yang setia menemani.
Begitu banyak perbedaan bukan? Itu semua saat rasionalku
sedang berjalan. Saat otakku terus bekerja memikirkan bagaimana aku bisa bertahan
selama itu dengan perbedaan. Bagaimana aku bias jatuh cinta dengan hal yang
memicu pertengkaran. Dan saat itu juga , saat aku memikirkan segala perbedaan
itu, aku tau cinta tidak pernah bias memilih seperti apa orang yang akan kamu
cintai. Dan alhasil semua kenyataan itu terbantahkan.
Kamu memang menyukai musim hujan, tapi kamu juga tidak akan bisa
mengelak datangnya musim gugur. Aku pun demikian. Dan setelah ratusan hari yang
pernah kita lewati,kita seing menikmati hujan berdua. Merasakan dinginnya air
hujan dan mulai terasa hangat dilampu merah. Kita selalu datang ke taman saat
musim gugur. Seperti adegan di video klip katamu. Dengan daun daun kering yang
menguning dan diterpa angin, efek dramatis itu tak pernah terlintas kesedihan
bukan?
Aku memang sangat mencintai udang,dan kamu alergi. Tapi tuhan
itu adil saat ia memberikan penyakit,ia juga akan memberikan obatnya. Aku bisa
mengolah udah hingga kamu tak perlu takut untuk merasakan alergi. Kamu suka
durian dan aku akan tetap tidak suka
durian. Mungkin suatu hari aku akan mencoba memakannya bersamamu. Karena aku
tau, denganmu penderitaan bukanlah masalah yang berarti. Kita tidak akan pernah
menikmati kopi pahit. Aku akan membuat moccachino yang gurih untukmu. Dengan bubuk
coklat ajaib yang akan membiusmu dan lupa rasa kopi yang begitu pahit. Dan kita
akan membuat istilah istilah baru tentang kopi, durian, dan udang yang akan
kita nikmati bersama sama dengan istilah dan rasa yang berbeda.
Suatu hari nanti aku akan menjadi penulis novel yang handal dengan
karya karya best sellernya. Begitu denganmu, dengan film film berkualitas
garapanmu kamu akan menjadi sutradara yang hebat. Kita bisa berkerja sama
membuat sebuah fim dari novel novel best seller ku. Dan tentu saja kita akan
menjadi salah satu bagian dari sejarah seni di tanah air kita tercinta.
Kita akan bersama sama menikmati malam dikamar atas dengan
bulan dan bintang. Bersaing menunjukkan rasa sayang dengan kucing kucing liar,
tanpa takut gelap atau diganggu makhluk makhluk lain. Aku tidak akan takut
sendiri karena bersama mu. Dan aku tidak akan takut sepi karena menghabiskan
malam dengan cerita dan cita mu sepanjang malam.
Dan sekalipun itu semua tidak akan pernah terjadi dalam
kehidupan ini. Dengan semua prediksi tanpa rasional yang aku buat. Aku tidak
akan takut untuk bermimpi dan berharap, mungkin di kehidupan selanjutnya kamuah
milikku..
nb: kayaknya sambil dengerin lagu Katy Perry- the one that got away oke guy's
selamat membaca dan sankyuu..
No comments:
Post a Comment