Thursday, March 6, 2014

Lorong gelap, motor , dan hati .

5 Maret 2014 pukul 21:20
kamu datang. lewat . lalu pergi..

aku tidak tahu sejak kapan keadaan seperti ini makin meruncing dan membeku. mungkin setelah pertengkaran itu. atau setelah kita menangis di teras rumahku. atau setelah kau tau perasaan ku. aku sudah lupa sejak kapan ada tembok besar dan kokoh itu. dan sejak kapan kau tak berani menatap mataku. kita hingga menjadi aku dan kamu. mungkin kamu juga tak begitu ingat sejak kapan kita begini. pertengkaran itu, air mata itu, itu sebelum ulang tahunku. ulang tahn terakhirku denganmu. kamu bahkan memberikan kejutan yang tak pernah terpikirkan olehku.iya aku ingat itu. tapi sejak itu, kamu tidak pernah kembali menjadi sahabatku dulu.



mungkin jika lorong lorong yang hampir gelap itu bisa bicara, mereka pasti sudah berteriak jengkel dengan apa yang kita lakukan sekarang. setahun yang lalu kita masih berjalan bersama dilorong itu. membagikan informasi tentang kegiatan sekolah. memarahi siswa siswi baru yang harus di tertibkan, atau hanya sekedar lewat sambil menakutiku di kelas paling angker di sepanjang lorong itu. hey, apa kau ingat? aku memelukmu disana.

aku selalu mengeluh dengan motormu yang sering membuatku 'kecantol' dengan pegangan belakangnya. setiap kau mengantarkanku dan aku memakai rok panjang, pasti ada bagian rok ku yang membuat susah saat turun. ya , aku memang suka berlama lama dimotormu. entah panas terik atau hujan badai. kamu menjadi sosok yang berbeda disana. membagi hidupmu, menceritakan tentang apa yang kau lihat , dan kamu tak membiarkan aku diam dibelakangmu. kita pernah membicarakan tentang perasaan, keluarga kita, organisasi yang kita jalani banyak. dan seperti pembicaraan anak muda biasanya. kita pernah melakukannya.

Beauty queen of only eighteen
She had some trouble with herself
He was always there to help her
She always belonged to someone else

I drove for miles and miles and wound up at your door
I've had you so many times but somehow I want more

I don't mind spending every day
Out on your corner in the pouring rain
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
And she will be loved
And she will be loved

Tap on my window, knock on my door
I want to make you feel beautiful
I know I tend to get so insecure
It doesn't matter anymore

It's not always rainbows and butterflies
It's compromise that moves us along, yeah
My heart is full and my door's always open
You come anytime you want, yeah.

I don't mind spending every day
Out on your corner in the pouring rain
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved

I know where you hide alone in your car
Know all of the things that make you who you are
I know that goodbye means nothing at all
Comes back and begs me to catch her every time she falls

Yeah

Tap on my window knock on my door
I want to make you feel beautiful

I don't mind spending every day
Out on your corner in the pouring rain, oh.
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved
And she will be loved

Please don't try so hard to say goodbye
Please don't try so hard to say goodbye

Yeah, yeah.

I don't mind spending every day
Out on your corner in the pouring rain

Please don't try so hard to say goodbye


kamu ingat lagu ini? kamu pernah memaksaku duduk disampingmu hanya untuk mendengarkan lagu ini. lagu yang ga pernah aku lupa. yang mungkin bakal aku imdes ke ask fm mu. banyak lagu lagu di playlistku yang tak jauh jauh darimu. karenamu.

entah dulu kita taruhan apa,yang membuatku menang dan membuatmu membelikan aku ice cream. ice cream yang selalu aku ragukan kehalalannya. dan entah mengapa saat aku mencoba menolak, kau selalu bis meyakinkan aku seyakin yakinnya.
dan truth or dare di malam yang ekstream itu, ahh.. kau selalu bilang tak mau disamakan dengan pria lain yang juga dekat denganku. dan saat kamu bertemu dengan orang yang disama samakan denganmu,kamu memandangnya tajam. aku tak tahu apa yang kamu pikirkan. yang aku tau kamu memperhatikannya.


sampai saat ini pun aku juga masih tidak tau bagaimana isi hatimu. sikapmu yang berbertolak belakang saat ada aku dan tak ada aku. tentang sikapmu yang tak berhenti mencariku saat kamu melewati lorong lorong gelap itu. dan sikapmu yang selalu tak acuh saat akubada disisimu. yang pernah kamu ucapkan diselipan doa ke tujuhbelasku, kamu inginkan aku tidak memilihmu.

No comments:

Post a Comment