Tuesday, February 11, 2014

High dive into frozen waves where the past comes back to life
Fight fear for the selfish pain, it was worth it every time
Hold still right before we crash 'cause we both know how this ends
A clock ticks 'til it breaks your glass and I drown in you again

'Cause you are the piece of me I wish I didn't need
Chasing relentlessly, still fight and I don't know why

If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love's insanity, why are you my clarity?

If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love's insanity, why are you my clarity?

Walk on through a red parade and refuse to make amends
It cuts deep through our ground and makes us forget all common sense
Don't speak as I try to leave 'cause we both know what we'll choose
If you pull then I'll push too deep and I'll fall right back to you

'Cause you are the piece of me I wish I didn't need
Chasing relentlessly, still fight and I don't know why

If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love's insanity, why are you my clarity?

lirik lagu warehouse yang harusnya bisa membuat setiap orang yang mendengarnya bedendang dengan bebasnya membuatku semakin tidak tenang. membawaku mengingat satu nama yang tak pernah habis terfikirkan kenapa dia yang menjadi bagian dari hidupku. menjadi bagian dalam segala tindakanku yang semakin membuatku tak bisa lepas darinya. padahal ia dengan bersemangat melepaskan ku dari hidupnya. membiarkan kata kita menjadi aku dan kamu. rasa yang berbeda selalu ada saat aku tak sengaja mengingatmu. dengan segala kekecewaanku yang teramat padamu. dan terpusat pada sebuah kalimat yang membenarkan tidak tanduk ku. cinta yang selalu memaafkan. tiba tiba semua berubah menjadi amarahku beberapa jam yang lalu.kembali pada masalah aku harus bertahan dalam keadaan yang tidak pernah aku inginkan. cukup dengan mengingat kata katanya saja aku sudah cukup sakit. dan membuatku semakin rapuh. akhirnya aku menangis di sudut meja bartender ini. dengan puluhan potong tisu yang semakin menyesakkan tas ku.aku tetap ingin menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. tapi tak cukup bagi tasku menampung ingusku semalaman ini. konyol . tapi aku tetap melakukannya.

dalam hidupku, tak ada kata yang ku pilih. hanya ada pilihan mereka yang tak sanggup aku tolak. tak ada satupun hal yang membuatku nyaman dan merubah diriku semakin emosional. moodku mudah buruk dan menghambat segala hal. aku hanya punya erasaan yang bisa dibanggakan tanpa bisa diperjuangkan.telingsku cukup kebal untuk mendengarkan apa yang tidak ingin ku dengarkan. tapi tuhan selalu memberikan satu kelemahan pada makhluknya. dan kurasa mataku tak bisa membohonginya. di hari ke 19 aku hidup.tak aada satu pencapaian pun yang aku bisa ceritakan karena keinginanku sendiri. aku sedih .

"ayah tidak suka... "
"kamu pikir gampang cari uang,.."
"yang realistis dengan hidup. jangan banyak bermimpi"
"ya kalo kamu mau kuliah di jurusan itu, ayah tidak mau membiayai"
"aku ga suka dengan temanmu itu. dia pasti membawa pengaruh buruk dalam hidpumu"
dsm caci makian itu makin merajam otak ku. kram rasanya. gelas cola kesembilan ku makin menyakitkan lambung. meremas remas bagian kiri perut. dan membuat sendawa yang menyakitkan hidung.aku masih menangis disudut meja bartender. dan tak ada satupun orang yang peduli rasa sakit yang aku rasakan saat ini.




















No comments:

Post a Comment