“eh”
“heh”
Aku yang hanya bisa mematung dan ber ‘eh’ ‘eh’ ria sambil
tercekat melihatnya. Ia hanya menyapaku sebentar. Tak menatap mataku dan pergi.
Lututku terasa gemetar dan lemas. Aku merasa diriku tak cukup sanggup berdiri
dan berpijak. Sosok itu. sosok yang selama ini membuatku bertahan . Yang sekarang
ku jadikan alasan untuk pergi sesegera mungkin. Sosok yang pernah membuatku
bernafas sebegitu leganya. Sekarang terasa sesak bagiku.
Aku hanya bisa menghela panjang dan kembali kekelas. Terduduk
dalam lamunanku. Aku menulis namanya tebal tebal di halaman paling belakang
buku fisika ku. Mencoret coret halaman terakhir itu dengan namamu. Namamu. Namamu
lagi. Hingga penuh namamu. Rasanya sesak saat melihatmu lagi. Merasa benar
benar lemah dalam menguasai emosi. Ini jelas merusak segalanya. Segalanya yang
telah aku susun lagi setelah dihancurkan olehmu. Aku berusaha mengembalikan
serpihan serpihan puzzle yang sempat kamu curi. Dan kamu kembalikan dalam
bentuk pecah belah. Dan saat aku berusaha menatanya kembali. Kamu datang lagi
Rasa rindu itu membuatku semakin membenci saat saat seperti
ini. Saat saat aku ingin membentuk kehidupan yang baru,begitu susahnya untuk
aku tidak mengingatmu. Disetiap hal yang aku lakukan, disetiap keadaan yang aku
rasakan, disetiap musim yang terus berganti. Tak henti hentinya kenangan itu
mengahntuiku. Sungguh aku tidak pernah menyesal mencintai pria sepertimu. Pria
cerdas penuh ambisi. Pria yang penuh tanggung jawab dan percaya diri. Pria yang
angkuh dan keras kepala. Pria yang tidak pernah peka terhadap perasaanku. Mungkin
aku salah. Salah terhadap penilaianku terhadapmu. Kamu yang begitu engerti
peasaanku. Kamu pernah menangis saat aku benar benar takut kehilanganmu. Kamu
menangis bersamaku. Aku ingat itu, kamu berusaha membuatku tanang dengan
menggenggam tanganku. Hal yang akan membuatku semakin terlihat lemah
dihadapanmu. Aku menangis dihadapanmu. saling berteriak saling berusaha
mengerti. Dan dari segala hal yang ku ucap agar kau bertahan. Tak pernah kau
sadari aku begitu kehilangan. Kehilangan genggaman hangat itu.
Sebenarnya tak cukup buatku hanya sekedar meng’eh-eh’mu. Aku
masih ingin mengobrol banyak denganmu. Hampir setahun ini aku tak pernah tahu
kabarmu. Tak pernah dengan celoteh tentang keluargamu, tak pernah mendengar
kegilaanmu dengan teman sekelasmu ,dan tak pernah lagi saling berbicara dari
hati ke hati. Aku masih ingin berlama lama menatapmu. Menikmati sorotan tajam
mata hazzel silinder dengan frame
kotak senada dengan warna lensa hazzelmu.
Tidak tidak. Ini sudah cukup. Cukup untuk membayangkan semua
ini! lebih baik membiarkanmu pergi. Menuruti apa keputusanmu. Daripada harus
mengingat semua kebaikanmu. Semua rasa yang membuatku nyaman. Semua hal yang
membuat aku merasa bahwa kau mencintaiku. Aku harus mengorbankan kenangan itu
untuk hidupku. Aku menyerah mencintaimu. Aku terlalu lelah bertanya tanta
tentang sikapmu. Aku terlalu lemah untuk menguasai pikiran ku dan hatiku
karenamu. Aku lelah. Aku menyerah. Pergilah !
tapi, tanganku tidak berhenti menulis namamu..
Hai selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau ada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini
Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi
Bye selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan segala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah
Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi
Berkali-kali kau berkata kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku telah berjanji menyerah
Dan upaya ku tahu diri tak selamanya berhasil
Dan upaya ku tahu diri tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah lagi
Maudy ayunda-- Tahu diri
